Photobucket

Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Player News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Player News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

Del Piero Belum Berniat Pensiun


AFP/Giusepe Cacace
Turin - Satu hal yang pasti adalah Alessandro Del Piero akan meninggalkan Juventus akhir musim ini. Tapi bukan berarti Del Piero akan gantung sepatu karena ia masih terus ingin menendang bola.

Juve sudah mengumumkan beberapa waktu lalu bahwa Del Piero tidak akan menerima perpanjangan kontrak, setelah masa tinggalnya akan habis Juni tahun depan.

Ini merupakan keputusan yang mengejutkan mengingat Del Piero adalah legenda klub itu dan merupakan topskorer sepanjang masa Juve. Namun sepertinya nasih sudah menjadi bubur dan Del Piero harus mencari klub baru musim depan.

Disebutkan beberapa klub lokal seperti Padova dan bahkan AC Milan berniat mendatangkannya. Di Eropa ada klub Swiss, Sion, serta beberapa klub Major League Soccer (MLS).

Dimanapun Del Piero bermain tampaknya tak akan jadi masalah, sebab prioritas utama striker 37 tahun itu adalah tetap berkarier di dunia yang membesarkan namanya itu. Ini menyanggah kabar yang menyebutkan jika pria berpaspor Italia itu akan gantung sepatu setelah tak lagi di Juve.

"Dari 30 Juni 2012, saya masih seorang pemain sepakbola," sahut Del PIero kepada TG1 Cameras yang dilansir Football Italia.

"Saya masih punya waktu untuk memikirkannya, namun untuk menghormati klub saya dapat katakan jika saya masih ingin bermain sepakbola," tuntasnya.

Alessandro Del Piero, Juventus & Azzurri Legend, Turns 37

34 years ago, on the 9th of November 1974, in a little town called Conegliano in the province of Treviso, one of the beautiful game’s greatest legends saw the light. Born of Gino and Bruna Del Piero, three decades later this wonderful footballing genius is still running on the fields of Serie A and of Europe, surprising us with his astonishing fitness level and never-empty gas tank, and delighting us many fans with his touches of magic. The delicate ball controls, the pinpoint passes, the inswinging goals (alla Del Piero), and free-kicks… these are but only a fraction of the immense repertoire of tricks this man is capable of, the true embodiment of where skills become genius, and where genius becomes legend.

And oh yes… those free-kicks. What better way to celebrate your 34thbirthday than with a victory and with a goal this week-end, the set-pieces home special the Chievo supporters had to learn the hard way. Yet another masterpiece in a year that only keeps getting better.

.

BUON COMPLEANNO ALE!!

















Minggu, 30 Oktober 2011

Marchisio samai rekor mencetak gol

Vucinic: "Napoli di depan kita"

Minggu, 02 Oktober 2011

Marchisio Bawa Juventus Bungkam Milan 2-0

http://l1.yimg.com/cv/ae/ap/default/111002/marchisio_morin_392.jpg
Juventus berhasil mempecundangi jawara Serie A musim lalu, AC Milan, dengan skor 2-0, Minggu (2/10/2011). Dua gol kemenangan Si Nyonya Tua diciptakan Claudio Marchisio pada menit-menit akhir. Hasil ini membawa Juve menduduki puncak klasemen sementara Serie A, menggeser Udinese.

Sejak menit-menit awal, Juventus memang tampil apik. Formasi menyerang ala Antonio Conte selalu merepotkan barisan pertahanan Milan.

Playmaker Andrea Pirlo mampu melaksanakan tugasnya dengan cemerlang. Aliran bola dari lini belakang ke depan terencana dengan mulus. Sayang, serangan Juventus mampu dipatahkan oleh lini belakang AC Milan pada babak pertama.

Sementara tim tamu hanya bisa sesekali melakukan serangan balik melalui Zlatan Ibrahimovic dan Antonio Cassano. Namun, kokohnya lini pertahanan Juventus serta penampilan gemilang Gianluigi Buffon di bawah mistar gawang, membuat semua serangan I Rossoneri bisa dipatahkan.

Memasuki babak kedua, Juventus tak mengendurkan serangan. Gempuran bertubi-tubi menciptakan berbagai peluang untuk Juventus. Tapi, gol bagi tuan rumah baru tercipta pada menit 87.

Claudio Marchisio menjadi pahlawan kemenangan Juventus dalam laga bigmatch ini. Serangan apik pemain Juventus melalui sentuhan satu dua akhirnya berbuah maksimal. Bek Milan, Bonera, mencoba menyapu bola. Tapi, bola justru mengenai kaki Marchisio dan meluncur ke gawang Christian Abbiati.

Defisit satu gol membuat Kevin-Prince Boateng emosional. Gelandang menyerang itu pun membuat pelanggaran tak perlu sehingga diganjar kartu kuning kedua oleh wasit pada menit 89.

Keunggulan jumlah pemain dapat dimaksimalkan skuad Juventus. Satu menit kemudian, tendangan keras Marchisio kembali memaksa Abbiati memungut bola dari dalam gawangnya.(*FORZA JUVE*)

Selasa, 27 September 2011

ke Juve, Bisa Bantu Karier Torres

LONDON- Rumor bahwa akan dipinjamkannya Fernando Torres oleh pelatih Andre Villas-Boas ke klub lain, menghadirkan beberapa spekulasi. Tapi kemanakah dia akan dipinjamkan, apakah akan kembali ke ranah Spanyol, atau akan mencoba petualangan baru ke Italia?
Fernando Torres (foto:Reuters Pictures)
Terdengar kabar dari beberapa media di Italia, Juventus menjadi klub yang cocok untuk pelabuhan Torres berikutnya. Pasalnya, untuk mematangkan kembali ke puncak permainan terbaiknya dan diterima lagi oleh Villas-Boas, Torres butuh tantangan baru.

Seperti dilansir Bleacher Report, Rabu (28/9/2011), beberapa alasan mengapa dia harus ke Juve adalah jika Torres sudah merasakan La Liga selama enam tahun bersama Atletico Madrid. Jadi kemungkinan dia tidak menemukan tantangan yang berarti di La Liga.

Sedangkan jika dia bermain di Serie A bersama Juventus, maka tantangan baru akan mendatanginya. Dengan usia yang masih 27 tahun, striker Spanyol itu menjadi pemain paling muda di lini depan Juventus. Sebab Alessandro Del Piero, Vicenzo Iaquinta, dan Luca Toni sudah berusia di atas 30 tahun.

Dia juga akan menjadi pendamping yang tepat bagi Fabio Quagliarella dan Mirko Vucinic yang baru saja didatangkan dari Roma musim panas lalu.

Satu masalah yang mungkin Torres akan jumpai jika pindah ke Juve adalah The Old Lady tidak akan mengikuti kompetisi Eropa musim ini, setelah hanya finis di posisi ketujuh pada musim lalu. Tapi kurangnya jadwal kompetisi Eropa benar-benar bisa menjadi hal yang bagus bagi Torres.

Rabu, 07 September 2011

Juventus Stadium, the opening ceremony to be streamed


The most fortunate Bianconeri fans will be at the stadium on Thursday 8th September, to view the fabulous opening ceremony for themselves. But all Juve fans from around the world will have the opportunity of seeing the new stadium and enjoying the extraordinary spectacle that will bring it to life.
Juventus.com and Youtube.com/Juventus will stream the full ceremony from 10pm onwards.

Peresmian Stadion Baru Juventus juga dapat disaksikan via streaming melalui www.youtube.com/Juventus pd pkl 03.00 WIB (delayed).

Link streaming acara peresmian stadion baru Juventus + laga persahabatan Vs Notts County akan diberikan minimal satu jam sblmnya..


Minggu, 07 Agustus 2011

Claudio Marchisio : Juventus Di Trek Yang Tepat!


Optimisme tinggi seputar persiapan Juventus menghadapi musim depan disuarakan gelandang .

Dengan kemajuan yang diperlihatkan tim serta kesatuan visi yang makin terjalin dengan allenatore Antonio Conte, Marchisio yakin I Bianconeri melaju di rel yang tepat menuju pencapaian yang lebih baik dibanding dua musim ke belakang.

“Dalam periode seperti ini, kami semua bekerja keras untuk mengintegrasikan ide-ide sang pelatih. Kami berkembang hari demi hari. Kami berada di trek yang tepat,” tutur pemain 25 tahun itu dilansir situs resmi klub.

“Tapi, kami tahu bahwa masih banyak yang harus dilakukan sebelum memulai kompetisi,” sambungnya.

Binaan asli akademi Si Nyonya Tua ini mengindikasikan keinginannya untuk ditempatkan sebagai gelandang tengah, dan bukan di sisi sayap kiri seperti yang pernah diinstruksikan Conte pada beberapa gim ujicoba.

“Pers menilai saya piawai di banyak posisi, tapi saya sebenarnya adalah seorang gelandang sentral. Saya telah menunjukkannya dan akan terus membuktikannya walaupun saya juga dapat bermain di posisi sayap dalam situasi darurat.”

Juve masih akan melakoni beberapa gim pemanasan lagi, di antaranya kontra dan berkiprah di serta Trofeo sebelum melawat ke Udinese pada pekan Serie A (28/8).

Di laga ujicoba terakhir yang berlangsung tadi malam, Marchisio cs. menaklukkan Tim Primavera Juventus 2-0.

source

Latest Juventus transfers in Italian Serie A

Montenegrin forward Mirko Vucinic from Roma for a fee of €15m.

Chilean midfielder Arturo Vidal from Bayer Leverkusen for a fee of €10.5m;
http://sidomi.com/wp-content/uploads/2011/07/Arturo-Vidal-juventus.jpg

Swiss defender Stephan Lichtsteiner from Lazio for a fee of €10m;
http://klimg.com/bola.net/library/p/lichtsteiner-sign-juve.jpg

Swedish midfielder Albin Ekdal from Bologna for a fee of €1.3m;
http://emmatronnhagen.blogg.se/images/2010/ekdal_75985650.jpg

Argentinean midfielder Sergio Almiron from Bari;
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbtR1waClVQcbhp8q41_YsjDSmnx35RMf4ZeZ53cdAusUJ61eGhREYSbJ_RXGYltYSXvrPqZmonroK7tL-OSLBDM4KcuTZnV8oZsi2Zi5_IPMyTcoVEXeRo9MsN9LC9LzEl5hPGg24QI5D/s320/almiron.jpg

Forward Alessandro Matri (permanent signing) from Cagliari for a fee of €15.5m;
http://www.soccerjerseysclub.com/wp-content/uploads/2011/02/matri-juventus-jersey-150x150.jpg

Forward Fabio Quagliarella (permanent signing) from Napoli for a fee of €10.5m;
http://www.ecodellosport.it/img/quagliarella-alla-juve.jpg

Defender Marco Motta (permanent signing) from Udinese for a fee of €3.8m;
http://klimg.com/bola.net/library/p/marco-motta-uefa.jpg

Midfielder Simone Pepe (permanent signing) from Udinese for a fee of €7.5m;
http://www.juventus.co.id/uploads/201006092254440.pepe_agnelli_cover.jpg

Midfielder Andrea Pirlo on a free transfer from Milan;
http://juventiniarena.files.wordpress.com/2011/07/pirlo-07-07-11-juve.jpg

Danish defender Frederik Sorensen from Lyngby U19 for a fee of €0.5m;
http://img.skysports.com/10/11/218x298/Frederik-Sorensen-Sky-Sports-Scout-Feature-80_2532365.jpg

Midfielder Michele Pazienza on a free transfer from Napoli;
http://klimg.com/bola.net/library/p/michele-pazienza-1606-juve.jpg

Swiss defender Reto Ziegler on a free transfer from Sampdoria.
http://www.bolakita.com/foto_berita/23reto%20ziegler.jpg

Senin, 18 Juli 2011

Juventus Squad 2011-2012

JUVENTUS SQUAD: GOALKEEPERS

JUVENTUS SQUAD: DEFENDERS

JUVENTUS SQUAD: MIDFIELDERS

JUVENTUS SQUAD: FORWARDS


Juventus 2011/12 - The Players Who Will Stay & Those Who Will Go

The double defeat at home against Bologna and Milan has laid bare the Juventus crisis. With their league position already compromised, and a place in the Champions League almost impossible to reach, the process of change has started, and the club are already looking at another revolution.

Here, we analyse the possible changes at the Old Lady.


Staying

Chiellini, future captain
We start with the pillars of the team, Gianluigi Buffon and Alessandro Del Piero. Then we can add new 'Bandiera' players such as Giorgio Chiellini and Claudio Marchisio - the only real stable players of a side that has disappointed this season. Despite inconsistent performances, Milos Krasic is one of the few to have arrived and become a hit with the fans after making a good impression on the pitch. The same with Frederik Sorensen, who, despite making some casual errors, he has shown quality and personality.


Unfortunately for Juventus fans, the praise finishes here.

Felipe Melo, forced stay
There are players who arrived for high fees that could be staying to avoid losses or because they have a lack of admirers. Felipe Melo, Jorge Martinez and Leonardo Bonucci are three such players.

If offers arrive, the club would consider selling, albeit at a loss. As such, there is a chance that they will be given another opportunity to prove themselves. The same goes for Amauri. Andrea Barzagli, on the other hand, would not make a difference as he arrived for free, and thus he can be an alternative for the defence next year. The same for Paolo De Ceglie.

The list of players whose career at Juventus is potentially over is a long one. Vincenzo Iaquinta, Fabio Grosso, Zdenek Grygera, Marco Motta, Simone Pepe, Momo Sissoko and Luca Toni should be waving goodbye to Juve at the end of term. Marco Storari and Alex Manninger are luxuries that Juventus in the Europa League, or out of it, cannot afford. Therefore in this case it depends on offers. Hasan Salihamidzic's deal will expire, and there is also the cost of Leandro Rinaudo's loan deal to consider. If this is not a revolution then what is?

Going

Iaquinta,time to go
Those leaving, who have played all their cards already, include coach Luigi Del Neri. Apart from poor results, the acquisition of players who have not performed weighs on his shoulders. Not being able to adapt in times of emergency and the lack of responsibility in key moments spell the end. The coach arrived at the wrong place and at the wrong time. His experience at Juventus is over and there is little doubt about this. Even if they do qualify for the Champions League, which seems like mission impossible at the moment, he would still go.


Doubt

Del Neri, mission failed

Aquilani, questions over stay
There are thorny issues too with Fabio Quagliarella, Alberto Aquilani and Alessandro Matri: who all came to Turin with so much hope.

The common factor in their stories, however, is their high price - €16.5million, €16m and €18m respectively. For Quagliarella about €5m has already been paid - and thus the decision to surrender him would be a questionable economical choice at the very least. It remains to be seen what the situation is with Aquilani and Matri; for the midfielder, the feeling is that without a discount on his value, his future will be back in England with Liverpool. For the attacker Matri, the informal agreements between Giuseppe Marotta and Massimo Cellino have not yet been revealed.

Marotta, where next?
What is certain is that if Juve were to retain Quagliarella and Matri they certainly would have an attack which is well-stocked and with good prospects, but it would exclude the possibility to further reinforce with a high-level hitman, which Juve still lack.

Among those still unsure of their Juve futures is Beppe Marotta, who was welcomed as the Messiah at Juventus because he was a "football man who understood it." The results, however, do not demonstrate that the club made the right choice. The professionalism and competence of the general director cannot be questioned, but some transfer choices have left some observers puzzled. It seems there is doubt at the club as to whether to continue the relationship.

Arrivals

Capello, bench dream
Everything depends on the extent of the revolution, which will start from the ground up. The dream is clear: Fabio Capello back as coach of Juventus. And with him, Franco Baldini, which would seal the departure of Marotta. Recent history should have taught the club that they need someone capable of withstanding pressure and with the experience to deal with issues at all levels. The option of appointing a 'novice', therefore, should be excluded.

Luciano Spalletti and Walter Mazzarri would be able to understand the issues at the club and deal with them properly. As tacticians with great pedigree, they would available to come in. There are not many more options though. Intriguing, but perhaps not feasible, is the assumption that would lead to the return of Didier Deschamps for a second spell. He has international experience which is what the club is looking for and he has proven to be able to handle the top level by taking Marseille back to the top of French football after years of neglect. Convincing Marcello Lippi to return for a third marriage would be unlikely.

Spalletti, fascinating possibility
Certainly, though, Juve have big gaps to be filled: the first team squad lacks the overall quality, especially in midfield. If, then, they are to go with a new system, two wing-backs are the minimum arrivals required and another midfielder should be added to that wishlist. The rest will depend on tactics. A winger could arrive if the tactics changed to a Spalletti style 4-2-3-1 or a big striker in case of a more traditional 4-4-2.

But beyond the names, positions or quotes, what the fans hope for is a standard of player who could rise to a leading role.

Rabu, 11 Mei 2011

Melo dan Martinez kembali bergabung dengan grup

Melo dan Martinez kembali bergabung dengan grup

Melo dan Martinez kembali bergabung dengan grup

Juventus hari ini kembali berlatih menjelang laga tandang pada Minggu sore melawan Parma, hanya beberapa jam usai laga kontra Chievo.

Para pemain yang bermain pada laga kemarin malam tetap berada di gym, sementara yang lainnya berlatih di lapangan. Pemanasan, bermain bola menggunakan kepala dan laga mini di setengah lapangan, menjadi menu sesi latihan hari ini.

Felipe Melo yang mengalami nyeri pada betis kirinya telah bergabung kembali bersama rekan-rekannya, demikian pula dengan Jorge Martinez. Salihamidzic telah berlatih terlebih dahulu dibandingkan dengan grup, setelah diberi izin untuk tidak mengikuti sesi latihan normal. Iaquinta masih menjalani program pemulihan individualnya.

Besok, Bianconeri akan menjalani sesi latihan sore, yang akan berlangsung pada pukul 15.00 CET.

Bonucci: “Tahun yang penuh kesulitan”

Bonucci: “Tahun yang penuh kesulitan”

Meskipun Ia tidak bermain saat melawan Chievo, pemain bertahan ini ikut merasakan kekecewaan mengenai laga semalam dari bangku cadangan, dan ikut terpana sama seperti yang lainnya. Leonardo Bonucci melalui situs pribadinya tidak dapat menjelaskan bagaimana Bianconeri dapat gagal untuk meraih kemenangan dan justru meraih hasil imbang 2-2 melawan Gialloblu : “Ini adalah laga yang cukup aneh, diluar dari usaha Del Piero dan Matri yang telah membuat kami memimpin dua gol, dan justru berakhir imbang yang juga mengakhiri asa kami di Liga Champions. Dari apa yang terlihat di lapangan sangat jelas bahwa, di tahun yang sulit ini, kami kurang memperoleh keberuntungan. Usaha Chiellini dan Toni yang membentur tiang gawang seolah menujukkan bahwa keberuntungan tengah berpaling dari kami. Namun ini tidak juga menyembunyikan fakta bahwa kami harus bertanggungjawab. Saat sebuah situasi terjadi berulang kali, kalian tidak dapat selalu menyalahkan ketidakberuntungan.”

Dua laga tersisa melawan Parma dan Napoli, dua laga yang harus dimenangkan : “Kami harus tetap memberikan yang terbaik - lanjut Leonardo - Gagal meraih enam angka berarti kami gagal ke Liga Eropa. Hal itu akan terasa terlalu berat bagi fans seperti para fans Juve yang berhak memperoleh lebih.”

Senin, 09 Mei 2011

Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon
Gianluigi-Buffon.jpg
Informasi Pribadi
Nama lengkapGianluigi Buffon
Tanggal kelahiran28 Januari 1978 (umur 33)
Tempat kelahiranCarrara, Italia
Tinggi1.91 m (6 ft 3 in)
Posisi bermainPenjaga gawang
Informasi klub
Klub saat iniJuventus
Nomor1
Karier junior
1991–1995Parma
Karier senior*
TahunTimTampil(Gol)
1995–2001Parma168(0)
2001–Juventus275(0)
Tim nasional
1995–1997Italia U-2111(0)
1997–Italia102(0)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 16 Januari 2011.

‡ Penampilan dan gol di tim nasional akurat per 14 Juni 2010

Gianluigi "Gigi" Buffon (lahir di Carrara, 28 Januari 1978; umur 33 tahun) merupakan seorang pemain sepak bola profesional dari Italia. Ia saat ini bergabung di klub asal Turin, Juventus FC. Buffon juga merupakan kiper utama di tim nasional sepak bola Italia. Ia dibeliJuventus dari Parma pada tahun 2001. Prestasi terbaiknya adalah saat mengantar Italia menjuarai Piala Dunia 2006. Sampai saat ini, Buffon kerap disebut sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Penghargaan yang ia dapatkan salah satunya adalah gelar Kiper Terbaik Serie A yang berhasil ia raih sebanyak delapan kali.

Profil

Terlahir dari keluarga berlatar belakang olahraga dengan ibu Maria Stella sebagai atlet lempar cakram dan ayahnya Adriano Buffon sebagai atlet angkat besi, Buffon merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Dua adik perempuannya yaitu Veronica dan Guendalina juga saat ini berprofesi sebagai atlet bola voli. Paman Buffon sendiri yaitu Angelo Masocco juga berprofesi sebagai atlet bola basket. Salah satu kiper legendaris Italia yaitu Lorenzo Buffon juga masih ada hubungan darah dengan kakek Gianluigi Buffon.

Saat ini Buffon bertunangan dengan model Ceko Alena Šeredová. Pasangan ini telah memiliki dua anak yaitu Louis Thomas (lahir 28 December 2007) dan David Lee (lahir 31 October 2009). Anak pertama Buffon dinamai "Thomas" dengan mengambil basis dari Thomas N'Kono, yang merupakan kiper idola Buffon sewaktu masih kecil. Buffon berteman baik dengan beberapa pesepakbola diantaranyaAlessandro Del Piero dan Pavel Nedved.


Karier klub


AC Parma (1991-2001)

Buffon memulai karirnya melalui akademi sepak bola muda di klub AC Parma pada tahun 1991 di usia 15 tahun. Ia kemudian lulus dari tim junior di tahun 1995 pada usia 19 tahun. Buffon kemudian memulai debut Serie A saat Parma melawan AC Milan pada 19 November 1995, dan dalam pertandingan ini Parma berhasil menahan imbang Milan dengan skor 0-0. Buffon lantas diberikan kesempatan bermain lagi selama delapan kali, dan baru resmi menjadi kiper utama Parma pada 1996, ketika saat itu ia ditangani oleh pelatih kiper legendaris Louie P. Di Parma sendiri, Buffon kemudian melahap lebih dari 200 pertandingan, dan pada musim keempatnya di 1998-1999, ia berhasil mengantar Parma menjadi juara Piala UEFA serta Coppa Italia.

Musim 2000-01 merupakan musim terakhir Buffon di Parma. Saat itu gosip yang berkembang ia akan diambil oleh tim-tim besar dari luar Italia. Di Italia sendiri ia juga sempat digosipkan akan dibeli oleh juara bertahan AS Roma. Namun kabar ini kemudian dibantah oleh pihak Roma dan mereka kemudian membeli Ivan Pelizzoli dari Atalanta. Buffon sendiri santai menanggapi gosip ini, dan ia berujar bahwa:

Saya rasa, Roma bukanlah tempat yang baik bagi saya untuk mengembangkan karier. Mereka memang juara tapi keuangan mereka tipis sehingga kemungkinan akan membuat saya berjuang sendirian sebagai salah satu bintang di sana bersama Francesco Totti.

Klub asal Turin, Juventus kemudian bergerak cepat dengan membelinya satu paket bersama Lilian Thuram. Harga transfer Buffon sendiri saat itu adalah £32,6 juta yang sekaligus menobatkannya sebagai kiper termahal dunia. Sebagai bagian dari transfernya, Juventus kemudian memberikan Jonathan Bachini untuk Parma.


Juventus FC (2001-sekarang)

Gianluigi Buffon menjadi salah satu pemain yang didatangkan Juventus di musim 2001-02 bersama rekan setimnya di Parma yaitu Lilian Thuram dan gelandang SS Lazio Pavel Nedved. Juventus sendiri berhasil mendapatkan uang segar usai menjual bintang mereka Zinedine Zidane ke Real Madrid. Juventus juga kemudian mendatangkan Marcello Lippi kembali sebagai pelatih usai memecat Carlo Ancelotti yang dinilai gagal mengantar Juve juara Serie A sekalipun dibekali dengan pemain-pemain bintang.

Pada musim pertamanya dengan Juventus, Buffon menjadi kiper utama langganan starting eleven dimana ia tampil dalam 45 pertandingan resmi. Buffon lantas berhasil mengantar Juve juara Serie A melalui aksi heroik di pertandingan terakhir ketika klubnya berhasil menang dan di tempat lain Inter Milan yang tampil sebagai pemimpin klasemen sampai pekan ke-33 kalah. Kemudian di musim 2002-03, Buffon tampil dalam 47 pertandingan resmi dan sekali lagi mengantar Juventus menjuarai Serie A. Ia juga kemudian berhasil mengantar Juve menembus final Liga Champions yang digelar di Stadion Old Trafford, Inggris. Sayangnya Juve saat itu kalah dari rival senegaranya, AC Milan dalam adu penalti. Atas prestasinya tersebut, pada tahun 2003, Buffon kemudian dianugerahi penghargaan UEFA Most Valuable Player dan gelar sebagai Kiper Terbaik Dunia.

Musim 2003-04, Buffon tampil dalam 38 pertandingan, meskipun Juventus saat itu gagal menjuarai Serie A. Ia lantas mendapatkan penghargaan lain yaitu masuk dalam Daftar 125 Pesepakbola Aktif Terbaik versi legenda sepakbola Brasil, Pele. Penghargaan ini ia dapatkan di awal tahun 2004. Kemudian di musim 2004-05, Buffon kembali tampil sebagai salah satu bintang yang mengantarkan Juventus juara Serie A dibawah asuhan Fabio Capello.

Gianluigi Buffon bersama Juventus FC di tahun 2008.

Agustus 2005, Buffon sempat mengalami kecelakaan saat menghadapi AC Milan dalam ajang pra musim Luigi Berlusconi Trophy. Ia bertabrakan di lapangan dengan gelandang Milan, Kaka saat mengejar bola lepas dan kemudian divonis menderita cedera dislokasi bahu dan harus segera di operasi. Khawatir dianggap "perusak tim" oleh supporter Juventus, AC Milan kemudian berbaik hati meminjamkan kiper mereka yaitu Christian Abbiati sebagai pengganti sementara sampai operasi Buffon berhasil dan pulih. Buffon lantas kembali bermain bersama Juve pada November 2005, tetapi tak lama kemudian ia mengalami cedera kembali dan baru bisa tampil penuh di bulan Januari. Meskipun begitu, duet Abbiati dan Buffon yang tampil bergantian berhasil mengantar Juventus menjuarai Serie A untuk ke 29 kalinya sepanjang sejarah klub.

Pada tanggal 12 Mei 2006, Buffon, bersama dengan tim Juventus dan sesama kiper Antonio Chimenti dan beberapa pemain lainnya divonis terlibat dalam sebuah judi ilegal dalam pertandingan antara Juventus melawan Parma. Ia lantas membela diri di hadapan pengadilan dan ia mengakui bahwa ia sering terlibat dalam perjudian, tetapi tidak pernah sekalipun ia berjudi atas nama tim (dalam hal ini Juventus). Melihat pengakuannya soal judi, spekulasi mulai merebak di Italia bahwa bisa saja Buffon tergusur dari posisinya sebagai kiper utama timnas Italia diPiala Dunia 2006, namun kemudian gosip itu pudar dan pada 15 Mei diumumkan secara resmi bahwa Buffon akan menjadi kiper utama timnas Italia di PD 2006. Selanjutnya seluruh pemain Juventus kemudian dibebaskan dari tuduhan judi ilegal pada 27 Juni 2007 atau setahun usai kasus ini dipersidangkan.

Usai diumumkan sebagai kiper di PD 2006, Buffon kemudian menghadapi masalah baru. Klubnya yaitu Juventus didakwa telah terlibat dalam skandal Calciopoli, dan sebagai akibatnya, Juventus terpaksa melepas dua gelar Serie A di 2004-05 dan 2005-06 serta terkena hukuman turun ke Serie B. Desas-desus lain kemudian muncul bahwa Buffon akan dilepas oleh Juventus untuk menghemat biaya. Beberapa klub yang tertarik saat itu diantaranya adalah Manchester United, AC Milan, dan Real Madrid. Namun kemudian manajemen Juventus memutuskan untuk tidak menjual Buffon, dan Buffon sendiri menerima hukuman yang diberikan pada Juventus apa adanya. Ia lantas menambahkan bahwa Serie B adalah sebuah divisi yang belum pernah Juventus menangi, dan akan sangat menyenangkan jika Juve bisa menjuarainya.

April 2007, wakil presiden Milan Adriano Galliani menyatakan bahwa Buffon telah setuju untuk dikontrak Milan menggantikan Dida. Hal ini kemudian dibantah oleh Buffon, yang menyatakan bahwa ia tidak pernah dihubungi oleh pihak Milan.

Usai Juventus memenangkan Serie B dan kembali ke Serie A pada musim 2007-08, Buffon kemudian setuju untuk memperpanjang kontrak dengan klubnya tersebut sampai musim 2012. Buffon kembali menjadi bintang Juve saat mengantar klub tersebut menempati peringkat tiga Serie A 2007-08 dan mendapat jatah kualifikasi Liga Champions di tahun kembalinya Juve ke Serie A. Musim 2008-09, Buffon kemudian didera beberapa cedera, diantaranya cedera punggung dan cedera otot. Dari bulan September 2008 sampai Januari 2009, kiper pengganti Buffon yaitu Alexander Manninger secara meyakinkan tampil luar biasa dan mendapat banyak pujian. Manninger kemudian lebih banyak dipakai oleh pelatihClaudio Ranieri ketimbang Buffon sekalipun Buffon telah pulih 100%. Buffon juga sempat kesal dan sedih saat ia digantikan oleh Manninger saat melawan Lecce dan Atalanta. Rumor berkembang Buffon mulai muak dan bosan dengan Juventus. Buffon pun mengakui bahwa ia sempat marah dan kesal, tetapi baginya tidak ada jalan lain ketimbang menerima keputusan pelatih. Buffon pun akhirnya memilih untuk kembali memperpanjang kontrak sampai akhir 2013, dan mengisyaratkan bahwa dirinya ingin pensiun bersama Juventus.


Karier internasional

Gianluigi Buffon bersama rekan-rekannya di tim nasional sepak bola Italia dalam perhelatan Piala Dunia 2006 di Jerman.

Gianluigi Buffon memulai debutnya untuk tim nasional sepak bola Italia pada 29 Oktober 1997 dalam usia 19 tahun sebagai penggantiGianluca Pagliuca yang cedera saat akan menghadapi play off Piala Dunia 1998 melawan tim nasional sepak bola Rusia. Ia kemudian masuk dalam 23 pemain yang bermain di Piala Dunia 1998 tetapi ia tidak mendapatkan kesempatan bermain sekalipun. Buffon juga termasuk anggota tim Italia dalam Olimpiade Atlanta 1996, Piala Dunia 2002, dan Euro 2004. Buffon juga sebenarnya menjadi pilihan utama Dino Zoffdalam Piala Eropa 2000, tetapi hanya delapan hari menjelang turnamen di mulai tangannya patah dan ia digantikan oleh Francesco Toldo.

Selama putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman, Buffon tampil dalam form yang luar biasa karena ia hanya kebobolan dua gol dan mencatat lima kali clean sheet. Catatan lain Buffon di PD 2006 adalah ia tidak kebobolan selama 453 menit. Dua gol yang bersarang ke gawang Buffon adalah saat terjadinya gol bunuh diri Cristian Zaccardo saat melawan tim nasional sepak bola Amerika Serikat dan gol penalti di final dariZinedine Zidane (tim nasional sepak bola Perancis). Buffon juga menjadi pahlawan dalam pertandingan final PD 2006 tepatnya ketika berlangsungnya adu penalti usai Perancis menahan imbang Italia 1-1. Buffon berhasil menahan tendangan David Trezeguet dan dengan penalti dari Fabio Grosso, akhirnya Italia berhasil menjadi juara dunia 2006. Dari prestasinya tersebut, Buffon kemudian mendapat anugerah Penghargaan Lev Yashin karena tampil luar biasa selama tahun 2005-2006.

Pada Euro 2008, Gianluigi Buffon mendapatkan kesempatan tampil sebagai kapten timnas usai Fabio Cannavaro mundur dari turnamen akibat cedera. Di pertandingan penyisihan grup melawan tim nasional sepak bola Rumania pada 13 Juni, Buffon berhasil menyelamatkan tendangan penalti dari Adrian Mutu dan pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Buffon lantas tampil luar biasa saat melawan Perancis di pertandingan terakhir grup, namun sayangnya penampilan luar biasa Buffon tersebut harus berakhir ketika melawan tim nasional sepak bola Spanyol di perempat final 9 hari kemudian, karena Italia dipaksa menyerah 4-2 lewat adu penalti, dan Buffon hanya bisa menangkis satu tendangan penalti dari Spanyol.

14 Juni 2010 di Piala Dunia 2010, Buffon diganti di babak pertama usai Italia bermain imbang dengan tim nasional sepak bola Paraguay di Grup F. Alasan digantinya Buffon adalah karena cedera urat syarafnya kambuh dan kemudian sampai Italia tereliminasi dari PD 2010, Buffon tidak pernah dimainkan lagi.


Di luar lapangan hijau

Gianluigi Buffon memiliki sebuah usaha restoran yang terletak di kota Pistoia dan sebuah sauna yang bernama "La Romanina" di Ronchi (MS).

Buffon juga sering berolahraga bersepeda bersama tunangannya. Ketika musim Serie A sedang libur, Buffon bersama Alena Šeredová sering menghabiskan waktu mengunjungi dan mengelilingi beberapa kota di Italia dengan bersepeda.

Buffon juga menjadi bintang iklan dari perusahaan poker online bernama PokerStars, diperkirakan setiap tahunnya Buffon menerima keuntungan sebesar 1 juta Euro dari kontrak yang pertama kali ia tandatangani di tahun 2009. Sebelumnya bintang AS Roma, Francesco Totti juga sempat menjadi bintang iklan promosional dari situs permainan poker online ini di tahun 2001.


Gelar dan penghargaan

Klub

Parma
Juventus


Internasional

Italia U21
  • Juara Piala Eropa U-21 tahun 1996
Italia


Individual

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


 

© Copyright by We Are Juventini | Template by BloggerTemplates | Blog Templates at Fifa World