Photobucket

Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Team News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Team News. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Oktober 2011

Juventus menaklukkan San Siro

6 Kemenangan Beruntun

Minggu, 23 Oktober 2011

Juventus pays tribute to Simoncelli

Juventus pays tribute to Simoncelli
http://www.juventus.com/resources/images/news/inlined/56283fc2-f882-4607-8790-fc3850493cef.jpg
The world of sport is in mourning. Motor Racing driver Marco Simoncelli has lost his life following a tragic accident in the Malaysian GP.

Juventus joins together to pay tribute to a great champion and the club’s thoughts are with Marco’s family.

Minggu, 02 Oktober 2011

Marchisio Bawa Juventus Bungkam Milan 2-0

http://l1.yimg.com/cv/ae/ap/default/111002/marchisio_morin_392.jpg
Juventus berhasil mempecundangi jawara Serie A musim lalu, AC Milan, dengan skor 2-0, Minggu (2/10/2011). Dua gol kemenangan Si Nyonya Tua diciptakan Claudio Marchisio pada menit-menit akhir. Hasil ini membawa Juve menduduki puncak klasemen sementara Serie A, menggeser Udinese.

Sejak menit-menit awal, Juventus memang tampil apik. Formasi menyerang ala Antonio Conte selalu merepotkan barisan pertahanan Milan.

Playmaker Andrea Pirlo mampu melaksanakan tugasnya dengan cemerlang. Aliran bola dari lini belakang ke depan terencana dengan mulus. Sayang, serangan Juventus mampu dipatahkan oleh lini belakang AC Milan pada babak pertama.

Sementara tim tamu hanya bisa sesekali melakukan serangan balik melalui Zlatan Ibrahimovic dan Antonio Cassano. Namun, kokohnya lini pertahanan Juventus serta penampilan gemilang Gianluigi Buffon di bawah mistar gawang, membuat semua serangan I Rossoneri bisa dipatahkan.

Memasuki babak kedua, Juventus tak mengendurkan serangan. Gempuran bertubi-tubi menciptakan berbagai peluang untuk Juventus. Tapi, gol bagi tuan rumah baru tercipta pada menit 87.

Claudio Marchisio menjadi pahlawan kemenangan Juventus dalam laga bigmatch ini. Serangan apik pemain Juventus melalui sentuhan satu dua akhirnya berbuah maksimal. Bek Milan, Bonera, mencoba menyapu bola. Tapi, bola justru mengenai kaki Marchisio dan meluncur ke gawang Christian Abbiati.

Defisit satu gol membuat Kevin-Prince Boateng emosional. Gelandang menyerang itu pun membuat pelanggaran tak perlu sehingga diganjar kartu kuning kedua oleh wasit pada menit 89.

Keunggulan jumlah pemain dapat dimaksimalkan skuad Juventus. Satu menit kemudian, tendangan keras Marchisio kembali memaksa Abbiati memungut bola dari dalam gawangnya.(*FORZA JUVE*)

Selasa, 27 September 2011

ke Juve, Bisa Bantu Karier Torres

LONDON- Rumor bahwa akan dipinjamkannya Fernando Torres oleh pelatih Andre Villas-Boas ke klub lain, menghadirkan beberapa spekulasi. Tapi kemanakah dia akan dipinjamkan, apakah akan kembali ke ranah Spanyol, atau akan mencoba petualangan baru ke Italia?
Fernando Torres (foto:Reuters Pictures)
Terdengar kabar dari beberapa media di Italia, Juventus menjadi klub yang cocok untuk pelabuhan Torres berikutnya. Pasalnya, untuk mematangkan kembali ke puncak permainan terbaiknya dan diterima lagi oleh Villas-Boas, Torres butuh tantangan baru.

Seperti dilansir Bleacher Report, Rabu (28/9/2011), beberapa alasan mengapa dia harus ke Juve adalah jika Torres sudah merasakan La Liga selama enam tahun bersama Atletico Madrid. Jadi kemungkinan dia tidak menemukan tantangan yang berarti di La Liga.

Sedangkan jika dia bermain di Serie A bersama Juventus, maka tantangan baru akan mendatanginya. Dengan usia yang masih 27 tahun, striker Spanyol itu menjadi pemain paling muda di lini depan Juventus. Sebab Alessandro Del Piero, Vicenzo Iaquinta, dan Luca Toni sudah berusia di atas 30 tahun.

Dia juga akan menjadi pendamping yang tepat bagi Fabio Quagliarella dan Mirko Vucinic yang baru saja didatangkan dari Roma musim panas lalu.

Satu masalah yang mungkin Torres akan jumpai jika pindah ke Juve adalah The Old Lady tidak akan mengikuti kompetisi Eropa musim ini, setelah hanya finis di posisi ketujuh pada musim lalu. Tapi kurangnya jadwal kompetisi Eropa benar-benar bisa menjadi hal yang bagus bagi Torres.

Kamis, 08 September 2011

Serie A 2011-2012 Di Mata Juventus Club Indonesia

Dengan Stadion Baru dan juga pemain-pemain baru, Juventus akan bermain dengan gairah baru

Secara singkat, Fransiskus Susetyo selaku Presiden Juventus Club Indonesia memberikan gambaran seperti apa jalannya Serie A musim 2011-2012 nanti. Bagaimana suara fans La Vecchia Signora di Indonesia? Simak tulisan Fransiskus Susetyo berikut.

Membicarakan Serie A musim baru 2011-2012 ini, Serie A masih tetap akan menjadi salah satu pentas kompetisi sepakbola yang cukup menarik untuk disimak. ,Meski dalam beberapa tahun terakhir ini kurang banyak pemain bintang yang hijrah ke Serie A, akan tetapi hal itu tak akan mengurangi nilai dari serie A itu sendiri.

Musim ini tim favorit juara masih akan berkutat di duo Milan (AC Milan dan Inter). Tapi sepakbola bukanlah sebuah ilmu pasti, karena beberapa klub lain juga mempunyai peluang yang sama. Seperti Juventus atau AS Roma. Musim ini, Juventus dan AS Roma banyak mendatangkan amunisi anyar dan tentusaja memiliki kekuatan yangg cukup kompetitif untuk mengarungi musim baru ini.

Juventus sendiri akan dibesut pelatih baru yang juga mantan kapten Antonio Conte. Salah satu harapan manajemen adalah Conte bisa kembali menularkan mental juara Juventus yang beberapa musim ini se akan-akan hilang.

Dengan pelatih baru ditambah pembelian pemain-pemain baru tentunya juga membawa gairah baru. Apalagi musim ini Juventus akan memakai stadion baru. Dan ini juga di utarakan beberapa pemain pilar. Mereka optimis Juventus bisa meraih hasil yang baik terutama untuk lolos ke zona Champions League musim berikutnya

Tutto cio'che torna in realta non e'mai finito

Noi siamo come la nostra fede...Immortali

Rabu, 07 September 2011

Juventus Stadium, the opening ceremony to be streamed


The most fortunate Bianconeri fans will be at the stadium on Thursday 8th September, to view the fabulous opening ceremony for themselves. But all Juve fans from around the world will have the opportunity of seeing the new stadium and enjoying the extraordinary spectacle that will bring it to life.
Juventus.com and Youtube.com/Juventus will stream the full ceremony from 10pm onwards.

Peresmian Stadion Baru Juventus juga dapat disaksikan via streaming melalui www.youtube.com/Juventus pd pkl 03.00 WIB (delayed).

Link streaming acara peresmian stadion baru Juventus + laga persahabatan Vs Notts County akan diberikan minimal satu jam sblmnya..


Minggu, 07 Agustus 2011

Latest Juventus transfers in Italian Serie A

Montenegrin forward Mirko Vucinic from Roma for a fee of €15m.

Chilean midfielder Arturo Vidal from Bayer Leverkusen for a fee of €10.5m;
http://sidomi.com/wp-content/uploads/2011/07/Arturo-Vidal-juventus.jpg

Swiss defender Stephan Lichtsteiner from Lazio for a fee of €10m;
http://klimg.com/bola.net/library/p/lichtsteiner-sign-juve.jpg

Swedish midfielder Albin Ekdal from Bologna for a fee of €1.3m;
http://emmatronnhagen.blogg.se/images/2010/ekdal_75985650.jpg

Argentinean midfielder Sergio Almiron from Bari;
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbtR1waClVQcbhp8q41_YsjDSmnx35RMf4ZeZ53cdAusUJ61eGhREYSbJ_RXGYltYSXvrPqZmonroK7tL-OSLBDM4KcuTZnV8oZsi2Zi5_IPMyTcoVEXeRo9MsN9LC9LzEl5hPGg24QI5D/s320/almiron.jpg

Forward Alessandro Matri (permanent signing) from Cagliari for a fee of €15.5m;
http://www.soccerjerseysclub.com/wp-content/uploads/2011/02/matri-juventus-jersey-150x150.jpg

Forward Fabio Quagliarella (permanent signing) from Napoli for a fee of €10.5m;
http://www.ecodellosport.it/img/quagliarella-alla-juve.jpg

Defender Marco Motta (permanent signing) from Udinese for a fee of €3.8m;
http://klimg.com/bola.net/library/p/marco-motta-uefa.jpg

Midfielder Simone Pepe (permanent signing) from Udinese for a fee of €7.5m;
http://www.juventus.co.id/uploads/201006092254440.pepe_agnelli_cover.jpg

Midfielder Andrea Pirlo on a free transfer from Milan;
http://juventiniarena.files.wordpress.com/2011/07/pirlo-07-07-11-juve.jpg

Danish defender Frederik Sorensen from Lyngby U19 for a fee of €0.5m;
http://img.skysports.com/10/11/218x298/Frederik-Sorensen-Sky-Sports-Scout-Feature-80_2532365.jpg

Midfielder Michele Pazienza on a free transfer from Napoli;
http://klimg.com/bola.net/library/p/michele-pazienza-1606-juve.jpg

Swiss defender Reto Ziegler on a free transfer from Sampdoria.
http://www.bolakita.com/foto_berita/23reto%20ziegler.jpg

Sukacita dan kegembiraan di Chiusa Pesio


Hari ketiga, hari-hari dari persiapan Juventus hampir selesai. Tim menghabiskan hari Sabtu mereka di lapangan, di stadion Comunale, untuk sesi harian kedua yang ditandai oleh adanya banyak publik yang mengikuti pelatihan dengan melihat orang-orang Antonio Conte.

Pada sore hari, bola memainkan peran kunci. Pertama selama pemanasan, kemudian dengan latihan yang lama untuk meningkatkan penguasaan bola, dan akhirnya dengan pertandingan kecil. Pepe, Quagliarella dan Pazienza ditangani dengan program spesialis mereka lagi.

Pelatihan hari ini adalah terakhir di Chiusa Pesio bersama sepuluh Bianconeri. Buffon, Bonucci, Chiellini, Marchisio, Pirlo, Krasic, Lichtsteiner, Ziegler, Marrone dan Sorensen akan libur di hari Minggu sebelum bergabung dengan Tim Nasional masing-masing untuk pertandingan persahabatan yang akan berlangsung minggu depan.

Besok, Minggu 7 Agustus, Chiusa Pesio akan menyaksikan grand final. Dua sesi pelatihan dijadwalkan: yang pertama di pagi hari di 09:30, dan yang lainnya di sore hari - di 3:00 - dimana Primavera Marco Baroni juga akan terlibat. Pada akhir sesi, seluruh tim akan bergerak dari Valle Pesio kembali ke Torino.

Chiusa kegirangan akan Juventus

Sesi pelatihan kedua direncanakan untuk besok belum kejadian, tapi Juventus ingin berterima kasih kepada semua Pesio Valle di muka, terutama semua orang atas perhatian yang ditunjukkan pada hari-hari terakhir. Oleh karena itu, sore yang indah terjadi di stadion Comunale di Chiusa Pesio, di mana tim memainkan peran kunci khusus.

Seluruh tim, bersama dengan para pemain yang akan meninggalkan untuk bergabung dengan Tim Nasional masing-masing, berpartisipasi dalam acara penobatan - bersama dengan permainan kemarin - dari kamp musim panas di daerah sekitar Cuneo. Anak-anak dari Chiusa dan lebih dari dua ribu penggemar menghadiri perayaan dari stadion.

Sebuah malam sepak bola, ditandai dengan sebuah acara besar dan waktu yang sangat tepat. Cara terbaik untuk mengkonfirmasi persatuan antara Juventus dan Valle Pesio.



Highlight Juventus - Cuneo

Perayaan di sore hari, lengkap dengan lagu kebangsaan dimainkan sebelum kick-off dan badai tak lama setelah gol, dengan lebih dari 6.000 penggemar yang hadir di tribun Stadion Comunale dari dari Chiusa Pesio pergi ke ekstasi atas Juve, dengan Bianconeri semakin mengendalikan ide-ide dan skema dari Antonio Conte .

Untuk pertandingan pra-musim keenam persahabatan melawan tim yang baru dipromosikan Cuneo di Lega Pro Seconda Divisione, Conte mengusulkan pasangan menyerang Matri dan Del Piero, dan Pirlo di lini tengah arah bersama Marchisio.

Juventus segera menguasai lapangan dan menembak pertama di menit ke 3: Pasquato yang brilian dibantu oleh Matri namun tembakannya ditangkap oleh Pascarella. Nasib yang sama, namun berbalik beda tom, Crisitini menembak pada menit 9, mampu dikuasai oleh Buffon. Pada serangan balik, inilah gol pertama pertandingan: Pirlo menoper bola terhadap Krasic yang ada di garis gawang dan persilangan dengan tepat untuk melakukan header untuk Matri.

Pada menit 18, gol kedua diselamatkan oleh Pascarella yang menggunakan badannya untuk menahan tembakan kaki kanan Pasquato dan lagi beberapa saat kemudian inisiatif pertama oleh Matri untuk menembak setelah mendapat operan dari Krasic yang sangat keren dan sering menjadi tumpuan di lini penyerangan.

Skor 2-0 terjadi di menit 34 olrh Marchisio yang menembak dari tepi kotak dengan kaki kiri di sudut jala gawang, meninggalkan gawang Cuneo tanpa harapan.

Tiga kesempatan dalam satu menit tidak menghasilkan gol ke 3, tapi melepaskan kekaguman dari penonto: pada menit 38 sundulan Chiellini adalah ditepis oleh Sentinelli tepat di garis gawang; lalu Krasic dan Del Piero mencoba tendangan dari luar kotak penalti, namun masing-masing membentur tiang dan mistar gawang.

Di awal babak kedua, Conte melakukan perubahan delapan pemain dan Mirko Vucinic membuat penampilan perdananya di kemeja hitam dan putih. Sang Montenegro sudah memperkenalkan diri kepada penggemar baru di menit ke 5, dengan tembakan kaki kanan yang menakutkan namun melebar beberapa inci dari tiang gawang dan hanya tujuh menit kemudian, tembakan diagonalnya yang juga tidak beruntung. Namun, di menit 16, inilah gol pertamanya dalam warna hitam dan putih: umpan silang Ruggiero, ditahan Vucinic dengan dadanya dan langsung menembakan bola ke jaring, tanpa ada kesempatan untuk Negretti yang lalu diganti untuk di awal babak kedua .

Gol keempat yang spektakuler untuk Bianconeri terjadi di menit 18, tembakan Pasquato membentur persimpangan tiang dan mistar gawang namun masuk. Sepuluh menit kemudian, Vucinic memainkan peran pembantu dengan operan yang meloloskan Toni dari jebakan offside dan untuk pemain Juara Dunia Italia mencetak gol.

Sebuah gerakan yang luar biasa mengarah ke gol keenam: Toni mengoper bola melewati dinding pemain untuk Vucinic yang berada di tengah lapangan, sang Montenegro melihat Pirlo datang dan membantu dia, Pirlo pada gilirannya membantu Toni yang mengakhiri aksinya dengan penempatan bola di belakang gawang Negretti.

Toni, mantan Pemain Bayern makin merajalela dan di menit 37, ia memuaskan dirinya dengan hat-trick: sundulannya tak terbendung, lagi-lagi dibantu oleh Vucinic. Pemain Montenegro ini diberikan hadiah tendangan penalti di menit 41, setelah pelanggaran terhadap kerjasama satu-dua yang apik dengan Toni. Ruggiero menempatkan bola tepat di bawah mistar gawang dan merubah skor akhir menjadi 8-0. Masih ada sisa waktu, namun bola yang dikerjar Vucinin keburu melewati garis gawang.
Kemudian, peluit akhir dan standing ovation dari penonton Chiusa yang sangat antusias akan pertandingan melawan Juventus ini.



JUVENTUS-Cuneo 8-0

Gol: 9 'Matri, 34' Marchisio, 61 'Vucinic, 63' Pasquato, 73 'Toni, 78' Toni, 82 'Toni, 86' Ruggiero (PK)

JUVENTUS
Buffon (46 'Storari), Lichtsteiner (46' Motta), Bonucci (46 'Barzagli), Chiellini (65' Sorensen), De Ceglie (46 'Ziegler), Krasic (46' Ruggiero), Marchisio (46 'Marrone), Pirlo, Pasquato (65 'Grygera), Del Piero (46' Vucinic), Matri (46 'Toni)
Subs tidak digunakan: Manninger
Pelatih: Antonio Conte

Cuneo
Pascarella (46 'Negretti), Passero (62' Garrone), Morabito (46 'Cintoi), Longhi (62' persone), Ferri (46 'Garcia Tena); Sentinelli, Garavelli (81' Valfré), Cristini (82 'De rosa), Ingari (72 'Borrettaz), Lodi (46' Non-Yahudi), Fantini (62 'Di Quinzio)
Subs tidak digunakan: Bono
Pelatih: Rossi Ezio

WASIT: Cassarà Cuneo
Hakim garis: Rondina, Barbieri

Senin, 18 Juli 2011

Sekilas Tentang Stadion Baru Juventus

Stadion ini mampu menampung sebanyak 41.000 penonton dan telah dirancang berdasarkan standar keamanan maksimum. Akses-akses masuk tanpa penghalang, dapat dilalui melalui empat pintu masuk pada bagian sudut stadion, stadion akan dikelilingi dataran landai yang luas, yang diproyeksikan agar menjadi kawasan hijau dimana bangunan dirikan.

Kawasan lingkar luar tersebut akan menjadi tempat yang aman untuk pemeriksaan tiket masuk serta tempat bagi layanan dan transportasi yang ditujukan untuk keadaan darurat bersiaga. Akses menuju anak tangga dan tribun dapat dilalui melalui 16 jalur masuk yang tersebar pada banyak sector, mengacu pada tata ruang yang dahulu digunakan untuk stadion yang lama. Dan yang terakhir, dalam keadaan-keadaan darurat, bangunan dapat dikosongkan dalam waktu kurang dari 4 menit.

Proyek ini diharapkan dapat mengembalikan kondisi seluruh lapisan bawah tanah Delle Alpi, termasuk area zona lapangan. Di bawah anak tangga akan dibangun area pelayanan jasa milik stadion dan juga klub. Kebutuhan-kebutuhan para pemain merupakan prioritas utama bagi para perancang, seperti: akses-akses menuju bangunan, ruang ganti, riang istirahat, pintu masuk menuju lapangan, semuanya telah direncanakan hingga meliputi aspek detail terkecil.

Bagian atas, dilengkapi dengan sumber penerangan yang sangat baik dan sangat diperlukan dalam kegunaannya- khusus disesuaikan dengan gaya ketangguhan yang selalu menjadi ciri khas klub – Bagian stadion ini juga ditingkatkan, dengan anak tangga dan undakan-undakan: semuanya disusun menjadi bentuk setengah lingkaran yang unik yang saling berhubungan tanpa adanya unsur pemisah. Bangunan penutup glacis, akan diproyeksikan pada lorong ventilasi (Wind Tunnel), kondisi ini terinspirasi pada teknologi yang diterapkan pada sayap pesawat: Bangunan ini akan memiliki sumber pencahayaan yang bagus, yang direalisasikan dengan cara membangun separuh bangunan atap secara transparan dan sebagian lagi dengan lapisan yang pekat, hal ini dilakukan dengan tujuan agar tercipta sebuah sudut pandang yang baik ke arah lapangan, baik dalam kondisi siang hari maupun di malam hari, dengan memberikan jaminan pencahayaan yang mencukupi, agar rumput dapat tumbuh di lapangan. Tutup pada bangunan juga diproyeksikan untuk tetap menjaga suara pedukung bergelora di dalam bangunan stadion, sehingga dapat dirasakan juga oleh para pendukung, atau bahkan membuatnya merasa lebih dekat dengan para pemain.

Area yang difungsikan untuk area komersial adalah seluas 34.000 m2, pada area tersebut akan dibangun galeri toko-toko, pusat perbelanjaan dan took DIY. Kami juga menyediakan area seluas 30.000 M2 yang akan digunakan untuk taman-taman umum, taman bunga, alun-alun dan tempat parkir untuk 4000 mobil.

Proyek stadion baru Juventus diprakarsai oleh tim. Arsitek Hernando Suarez (Shesa Office) dan Gino Zavanella (Gau office) adalah perencana pembangunan; Insinyur Francesco Ossola dan Massimo Majowiecki, bertanggungjawab pada perencanaan pembangunan struktural, perencanaan operasional dan pengerjaan bagian arah penempatan struktur bangunan. Tim juga diarahkan oleh arsitek Antonio De la Pierre (koordinasi perencanaan), oleh insinyur Marco Lazzerini (bangunan mekanikal), oleh insinyur Renzo Zorzi (bangunan elektrik), dan oleh arsitek Eloy dan Stefano Suarez (perencanaan bentuk arsitektur bangunan). Manajemen proyek juga diikuti oleh AI Group dari Kota Turin, dengan presidennya sebagai penanggungjawab, insinyur Paolo Erbetta. Sebuah kontribusi diberikan oleh dua sosok terkenal dalam arsitektur gaya italia, yang berkolaborasi untuk kali pertamanya untuk memberikan nuansa hidup khas italia pada proyek arsitektur tersebut: Giugiaro Design dan Pininfarina Extra. Juventus menyerahkan kepada Fabrizio Giugiaro dan Paolo Pininfarina untuk menciptakan sebuah bentuk desain yang kuat pada stadion, untuk menberikan nuansa keunggulan kerja masyarakat kota Turin agar dikenal oleh seluruh dunia, dan mencerminkan kreatifitas terbaik bangsa Italia.

Arsitek Alberto Rolla (Rolla Office) akan menangani area komersial dan penempatan konsep penataan kota.

Karakteristik-Karakteristik teknis:

Kapasitas: 41.000 tempat duduk, Tempat Parkir: 4.000 kapasitas parkir untuk mobil, Total lahan pembangunan: 355.000 M2, lahan internal stadion: 45.000 M2, Area Jasa: 150.000 M2, Area Komersial: 34.000 M2, Lahan Hijau dan Alun-alun: 30.000 M2,

Jarak penonton terluar ke lapangan dan perbandingan antara stadion baru dengan kondisi Delle Alpi pada saat ini, ialah:

baris pertama Tribuna Ovest: 8,85 meter (28 meter) baris terakhir Trivuna Ovest: 49 meter (68,30 meter), baris pertama Tribuna 100: 8,85 meter (43,50 meter) baris terakhir Tribuna 100: 26,50 meter (49,10 meter), baris pertama Tribuna media: 33,80 meter (57,50 meter) baris terakhir Tribuna media: 49 meter (59,10 meter), baris pertama Curves: 8,85 meter (50 meter dari titik tengah kurva).

Juventus Squad 2011-2012

JUVENTUS SQUAD: GOALKEEPERS

JUVENTUS SQUAD: DEFENDERS

JUVENTUS SQUAD: MIDFIELDERS

JUVENTUS SQUAD: FORWARDS


Juventus 2011/12 - The Players Who Will Stay & Those Who Will Go

The double defeat at home against Bologna and Milan has laid bare the Juventus crisis. With their league position already compromised, and a place in the Champions League almost impossible to reach, the process of change has started, and the club are already looking at another revolution.

Here, we analyse the possible changes at the Old Lady.


Staying

Chiellini, future captain
We start with the pillars of the team, Gianluigi Buffon and Alessandro Del Piero. Then we can add new 'Bandiera' players such as Giorgio Chiellini and Claudio Marchisio - the only real stable players of a side that has disappointed this season. Despite inconsistent performances, Milos Krasic is one of the few to have arrived and become a hit with the fans after making a good impression on the pitch. The same with Frederik Sorensen, who, despite making some casual errors, he has shown quality and personality.


Unfortunately for Juventus fans, the praise finishes here.

Felipe Melo, forced stay
There are players who arrived for high fees that could be staying to avoid losses or because they have a lack of admirers. Felipe Melo, Jorge Martinez and Leonardo Bonucci are three such players.

If offers arrive, the club would consider selling, albeit at a loss. As such, there is a chance that they will be given another opportunity to prove themselves. The same goes for Amauri. Andrea Barzagli, on the other hand, would not make a difference as he arrived for free, and thus he can be an alternative for the defence next year. The same for Paolo De Ceglie.

The list of players whose career at Juventus is potentially over is a long one. Vincenzo Iaquinta, Fabio Grosso, Zdenek Grygera, Marco Motta, Simone Pepe, Momo Sissoko and Luca Toni should be waving goodbye to Juve at the end of term. Marco Storari and Alex Manninger are luxuries that Juventus in the Europa League, or out of it, cannot afford. Therefore in this case it depends on offers. Hasan Salihamidzic's deal will expire, and there is also the cost of Leandro Rinaudo's loan deal to consider. If this is not a revolution then what is?

Going

Iaquinta,time to go
Those leaving, who have played all their cards already, include coach Luigi Del Neri. Apart from poor results, the acquisition of players who have not performed weighs on his shoulders. Not being able to adapt in times of emergency and the lack of responsibility in key moments spell the end. The coach arrived at the wrong place and at the wrong time. His experience at Juventus is over and there is little doubt about this. Even if they do qualify for the Champions League, which seems like mission impossible at the moment, he would still go.


Doubt

Del Neri, mission failed

Aquilani, questions over stay
There are thorny issues too with Fabio Quagliarella, Alberto Aquilani and Alessandro Matri: who all came to Turin with so much hope.

The common factor in their stories, however, is their high price - €16.5million, €16m and €18m respectively. For Quagliarella about €5m has already been paid - and thus the decision to surrender him would be a questionable economical choice at the very least. It remains to be seen what the situation is with Aquilani and Matri; for the midfielder, the feeling is that without a discount on his value, his future will be back in England with Liverpool. For the attacker Matri, the informal agreements between Giuseppe Marotta and Massimo Cellino have not yet been revealed.

Marotta, where next?
What is certain is that if Juve were to retain Quagliarella and Matri they certainly would have an attack which is well-stocked and with good prospects, but it would exclude the possibility to further reinforce with a high-level hitman, which Juve still lack.

Among those still unsure of their Juve futures is Beppe Marotta, who was welcomed as the Messiah at Juventus because he was a "football man who understood it." The results, however, do not demonstrate that the club made the right choice. The professionalism and competence of the general director cannot be questioned, but some transfer choices have left some observers puzzled. It seems there is doubt at the club as to whether to continue the relationship.

Arrivals

Capello, bench dream
Everything depends on the extent of the revolution, which will start from the ground up. The dream is clear: Fabio Capello back as coach of Juventus. And with him, Franco Baldini, which would seal the departure of Marotta. Recent history should have taught the club that they need someone capable of withstanding pressure and with the experience to deal with issues at all levels. The option of appointing a 'novice', therefore, should be excluded.

Luciano Spalletti and Walter Mazzarri would be able to understand the issues at the club and deal with them properly. As tacticians with great pedigree, they would available to come in. There are not many more options though. Intriguing, but perhaps not feasible, is the assumption that would lead to the return of Didier Deschamps for a second spell. He has international experience which is what the club is looking for and he has proven to be able to handle the top level by taking Marseille back to the top of French football after years of neglect. Convincing Marcello Lippi to return for a third marriage would be unlikely.

Spalletti, fascinating possibility
Certainly, though, Juve have big gaps to be filled: the first team squad lacks the overall quality, especially in midfield. If, then, they are to go with a new system, two wing-backs are the minimum arrivals required and another midfielder should be added to that wishlist. The rest will depend on tactics. A winger could arrive if the tactics changed to a Spalletti style 4-2-3-1 or a big striker in case of a more traditional 4-4-2.

But beyond the names, positions or quotes, what the fans hope for is a standard of player who could rise to a leading role.

Rabu, 11 Mei 2011

Melo dan Martinez kembali bergabung dengan grup

Melo dan Martinez kembali bergabung dengan grup

Melo dan Martinez kembali bergabung dengan grup

Juventus hari ini kembali berlatih menjelang laga tandang pada Minggu sore melawan Parma, hanya beberapa jam usai laga kontra Chievo.

Para pemain yang bermain pada laga kemarin malam tetap berada di gym, sementara yang lainnya berlatih di lapangan. Pemanasan, bermain bola menggunakan kepala dan laga mini di setengah lapangan, menjadi menu sesi latihan hari ini.

Felipe Melo yang mengalami nyeri pada betis kirinya telah bergabung kembali bersama rekan-rekannya, demikian pula dengan Jorge Martinez. Salihamidzic telah berlatih terlebih dahulu dibandingkan dengan grup, setelah diberi izin untuk tidak mengikuti sesi latihan normal. Iaquinta masih menjalani program pemulihan individualnya.

Besok, Bianconeri akan menjalani sesi latihan sore, yang akan berlangsung pada pukul 15.00 CET.

Petisi Juventus kepada FIGC : 365 hari kemudian

Petisi Juventus kepada FIGC : 365 hari kemudian

Juventus Football Club ingin menunjukkan bahwa, walaupun satu periode waktu telah berlalu, klub masih terus memberikan perhatiannya terhadap peristiwa yang berhubungan dengan pengajuan petisi kepada Federasi Sepakbola Italia (FIGC) tepat satu tahun yang lalu (10 Mei 2010). Rasa hormat terhadap kebebasan dari 'Sport Justice Bodies' (Badan Keadilan Olahraga) harus diimbangi dengan rasa tanggungjawab klub terhadap jutaan fans yang meminta respon dan jawaban yang sederhana. Perlakuan yang adil harus selalu menjadi pertimbangan sebagai keadilan prerogatif bagi setiap orang, instansi, dan dalam tingkatan apapun.

Senin, 09 Mei 2011

Sejarah & Prestasi Juventus

Juventus F.C.
JuventusFC2004.svg
Nama lengkapJuventus Football Club S.p.A.
Julukan[La] Vecchia Signora (Nyonya Tua)
[La] Fidanzata d'Italia (Kekasih dari Italia)
[I] bianconeri (Putih - Hitam)
[Le] Zebre (Si Zebra)
[La] Signora Omicidi (Nyonya Pembunuh)
Didirikan1 November 1897
StadionStadion Olimpiade, Torino
(Kapasitas: 27.500)
PemilikFIAT Group (Keluarga Agnelli)
KetuaBendera Italia Andrea Agnelli
PelatihBendera Italia Luigi Del Neri
LigaSeri A
2009-10Seri A, peringkat 7
Kostum kandang
Kostum tandang
Kostum ketiga


Juventus Football Club (dari bahasa Latin: iuventus: masa muda, diucapkan [juˈvɛntus]), biasa disebut sebagai Juventus dan popular dengan nama Juve, merupakan sebuah klub sepak bola profesional asal Italia yang berbasis di kota Turin,Piedmont, Italia. Klub ini didirikan pada 1897 dan telah mengarungi beragam sejarah manis, dengan pengecualian kejadian musim 2006-2007, di Liga Italia seri-A. Klub ini sendiri merupakan salah satu anak perusahaan dari FIAT Group, yang saat ini dimiliki oleh keluarga Agnelli, dan membawahi perusahaan-perusahaan lain seperti Fiat Automobile, Ducati Corse (termasuk tim balap MotoGP dan WSBK Ducati), tim F1 Scuderia Ferrari, Ferrari Corse, dan Maserati Automobile.

Juventus merupakan klub tersukses dalam sejarah Liga Italia Seri-A dengan raihan 27 gelar juara (Scudetto), dan juga tercatat sebagai salah satu klub tersukses di dunia. Merujuk pada International Federation of Football History and Statistics, sebuah organisasi internasional yang berafiliasi pada FIFA, Juventus menjadi klub terbaik Italia di abad 20, dan menjadi klub terbaik Italia kedua di Eropa dalam waktu yang sama.

Secara keseluruhan, klub ini telah memenangi 51 kejuaraan resmi. Dengan rincian 40 di Italia, dan 11 di zona UEFA dan dunia. Sekaligus menjadikannya sebagai klub tersukses ketiga di Eropa, dan keenam di dunia, dengan gelar-gelar dunia yang diakui oleh enam organisasi konfederasi sepak bola, dan tentunya FIFA.

Klub ini menjadi klub pertama Italia dan Eropa Selatan yang berhasil memenangi gelar Piala UEFA (sekarang namanya menjadi Liga Europa). Pada 1985, Juventus menjadi satu-satunya klub di dunia yang berhasil memenangi seluruh kejuaraan piala internasional dan kejuaraan liga nasional, dan menjadi klub Eropa pertama yang mampu menguasai semua kejuaraan UEFA dalam satu musim.

Juventus juga menjadi salah satu klub sepak bola Italia dengan jumlah fans terbesar, dan diperkirakan ada 170 juta orang didunia yang juga menjadi fans Juve. Klub ini menjadi salah satu pencipta ide European Club Association, yang dulu dikenal dengan nama G-14, yang berisikan klub-klub kaya Eropa. Klub ini juga menjadi penyumbang terbanyak pemain untuk tim nasional Italia.

Sejak 2006 klub ini bermarkas di Stadio Olimpico di Torino. Markas lama mereka yaitu stadion Stadio delle Alpi, sedang dalam perombakan besar-besaran yang diperkirakan akan selesai pada awal musim 2011-2012, dimana nanti namanya akan berubah menjadi Juventus Arena.


Sejarah

Foto bersejarah, Juventus FC di tahun 1898.

Juventus didirikan dengan nama Sport Club Juventus pada pertengahan tahun 1897 oleh siswa-siswa dari sekolah Massimo D'Azeglio Lyceum diTurin, tetapi kemudian berubah nama menjadi Foot-Ball Club Juventus dua tahun kemudian. Klub ini bergabung dengan Kejuaraan Sepak Bola Italia pada tahun 1900. Dalam periode itu, tim ini menggunakan pakaian warna pink dan celana hitam. Juve memenangi gelar seri-A perdananya pada 1905, ketika mereka bermain di Stadio Motovelodromo Umberto I. Di sana klub ini berubah warna pakaian menjadi hitam putih, terinspirasi dari klub Inggris Notts County.

Pada 1906, beberapa pemain Juve secara mendadak menginginkan agar Juve keluar dari Turin. Presiden Juve saat itu, Alfredo Dick kesal dan ia memutuskan hengkang untuk kemudian membentuk tim tandingan bernama FBC Torino yang kemudian menjadikan Juve vs. Torino sebagai Derby della Mole. Juventus sendiri ternyata tetap eksis walaupun ada perpecahan, bahkan bisa bertahan seusai Perang Dunia I.


Merajai Eropa

Logo lama Juventus yang digunakan sebelum musim 2004-05.

Era tangan dingin Trapattoni benar-benar membuat seri-A porak poranda di 1980-an. Juve sangat perkasa di era tersebut, dengan gelar seri-A empat kali di era tersebut. Puncaknya adalah pada 1982 dimana Juve menjadi klub seri-A pertama yang berhasil memenangi seri-A sebanyak 20 kali, dan itu berarti mereka boleh menambah tanda bintang di kausnya satu kali lagi. Paolo Rossi, salah satu pemain Juve bahkan terpilih menjadi Pemain Terbaik Eropa pada 1982, sesaat setelah berlangsungnya Piala Dunia 1982.

Setelah Rossi, pria Perancis bernama Michel Platini secara mengejutkan berhasil menjadi pemain terbaik Eropa tiga kali berturut-turut; 1983, 1984 dan 1985, dimana sampai saat ini belum ada pemain yang bisa menyamai dirinya. Juventus menjadi satu-satunya klub yang mampu mengantarkan pemainnya menjadi pemain terbaik Eropa sebanyak empat tahun berurutan. Platini juga menjadi bintang saat Juve berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa pada 1985 dengan sumbangan satu gol semata wayangnya. Tragisnya, final melawan Liverpool FC dari Inggris tersebut yang berlangsung di Stadion Heysel Belgia, harus dibayar mahal dengan kematian 39 tifoso Juventus akibat terlibat kerusuhan dengan para hooligans dari Liverpool. Sebagai hukuman, tim-tim Inggris dilarang mengikuti semua kejuaraan Eropa selama lima tahun. Diakhir 1980-an, Juve gagal menunjukkan performa terbaiknya, mereka harus mengakui keunggulan Napoli dengan bintang Diego Maradona, dan kebangkitan dua tim kota Milan, AC Milan dan Inter Milan. Pada 1990, Juve pindah kandang ke Stadio delle Alpi, yang dibangun untuk persiapan Piala Dunia 1990.


Warna, logo, dan julukan

Vincenzo Iaquinta, dengan kostum Juventus tahun 2008-09.

Juventus telah bermain memakai kostum berwarna hitam dan putih ala zebra sejak tahun 1903. Aslinya, Juve bermain memakai kostum berwarna pink, tetapi karena satu dan lain hal, salah satu pemain Juve malah tampil dengan pakaian belang. Akhirnya Juve memutuska untuk beralih kostum menjadi belang hitam-putih.

Juventus lantas menanyakan pada pemain yang memakai baju belang tersebut, yaitu orang Inggris bernama John Savage, apakah ia bisa mengontak teman-temannya di Inggris yang bisa menyuplai kostum Juve dengan warna tersebut. Ia lantas menghubungi temannya yang tinggal di Nottingham, yang menjadi supporter Notts County, untuk mengirim kostum belang hitam-putih ke Turin, dan temannya tersebut menyanggupinya.

Logo resmi Juventus Football Club telah mengalami berbagai perubahan dan modifikasi sejak tahun 1920. Modifikasi terakhir adalah pada musim 2004-05. Dimana saat itu mereka mengubah logo menjadi oval, dengan lima garis vertical, dan banteng yang dibentuk dalam sebuah siluet. Dahulu sebelum musim 2004-05, Juve memiliki sebuah symbol berwarna biru (yang merupakan symbol lain dari kota Turin). Selain itu ditambahkan juga dua bintang yang menggambarkan mereka sebagai satu-satunya klub yang mampu memenagi gelar seri-A 20 kali. Sementara di era 1980-an, logo Juve lebih banyak dihiasi dengan siluet seekor zebra, menggambarkan mereka sebagai tim zebra kuat di seri-A.

Dalam perjalanan sejarahnya, Juve telah memiliki beberapa nama julukan, la Vecchia Signora (the Old Lady dalam bahasa Inggris atau "si Nyonya Tua" dalam bahasa Indonesia) merupakan salah satu contoh. Kata "old" (tua) merupakan bagian dari nama Juventus, yang berarti "youth" (muda) dalam Latin. Nama ini diambil dari usia para pemain Juventus yang muda-muda di era 1930-an. Nama "lady" (nyonya) merupakan bagian dari sebutan para tifoso ketika memanggil Juve sebelum era 1930-an. Klub ini juga mendapat julukan la Fidanzata d'Italia (the Girlfriend of Italy dalam bahasa Inggris atau "Pacar Italia" dalam bahasa Indonesia), karena selama beberapa tahun, Juve selalu memasok pemain baru dari daerah selatan Itala seperti dari Naples atau Palermo, dimana selain bermain sebagai pemain sepak bola, mereka juga bekerja untuk FIAT sejak awal 1930-an. Nama lain Juve adalah: I Bianconeri (the black-and-whites, atau Si Belang) dan Le Zebre (the zebras, atau Si Zebra) yang merujuk pada warna kostum Juventus.


Stadion

Stadion Olimpiade Torino, kandang Juventus dari 1933 sampai 1990.

Setelah dua musim perdana mereka (1897 dan 1898), dimana Juve bermain di Parco del Valentino dan Parco Cittadella, pertandingan-pertandingan selanjutnya di gelar di Piazza d'Armi Stadium sampai 1908, kecuali di 1905 saat nama Scudetto diperkenalkan untuk pertama kali, dan di 1906, dimana Juve bermain di Corso Re Umberto.

Dari 1909 sampai 1922, Juve bermain di Corso Sebastopoli Camp, dan selanjutnya mereka pindah ke Corso Marsiglia Camp dimana mereka bertahan sampai 1933, dan memenangi empat gelar liga. Di akhir 1933 mereka bermain di Stadion Mussolini yang disiapkan untuk Piala Dunia 1934. Setelah PDII, stadion tersebut berganti nama menjadi Stadion Comunale Vittorio Pozzo. Juventus memainkan pertandingan kandangnya di sana selama 57 tahun dengan total pertandingan sebanyak 890 kali. Sampai akhir Juli 2003 tempat tersebut masih dipakai sebagai sempat latihan Juve yang resmi.

Dari tahun 1990 sampai akhir musim 2005-06, Juve menggunakan Stadion Delle Alpi, sebagai kandang mereka yang aslinya dibangun untuk Piala Dunia 1990, sesekali Juve juga menggunakan stadion lain seperti Renzo Barbera di Palermo, Dino Manuzzi di Cesena dan San Siro di Milan.

Agustus 2006 Juve kembali bermain di Stadion Comunale, yang sekarang dikenal dengan nama Stadion Olimpiade, setelah Stadion Delle Alpi dipakai dan kemudian direnovasi untuk Olimpiade Musim Dingin Turin 2006.

Pada November 2008 Juventus mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan dana sebesar €100 juta untuk membangun stadion baru di bekas lahan Stadion Delle Alpi. Berbeda dengan Delle Alpi, stadion baru Juve ini tidak menyertakan lintasan lari, dan jarak antara penonton dengan lapangan hanya 8,5 meter saja, mirip dengan mayoritas stadion di Inggris, dimana kapasitasnya diperkirakan akan berisi 41.000 kursi. Pekerjaan ini dimulai pada musim semi 2009, dan diperkirakan akan selesai pada awal musim 2011-12.


Pendukung

Tifosi Juventus dalam sebuah pertandingan.

Juventus merupakan salah satu klub sepak bola dengan jumlah pendukung terbesar di Italia, dengan jumlah tifoso hampir 12 juta orang (32.5% dari total tifosi bola di Italia), merujuk pada penelitian yang dilakukan pada Agustus 2008 oleh harian La Repubblica, dan merupakan salah satu klub dengan jumlah supporter terbesar di dunia, dengan jumlah fans hampir 170 juta orang (43 juta orang di Eropa), selebihnya ada di Mediterrania, yang kebanyakkan diisi oleh imigran Italia. Tim Turin ini juga mempunyai fans club yang cukup besar di seluruh dunia, salah satunya di Indonesia melalui Juventini Indonesia.

Tiket-tiket pertandingan kandang Juve memang tidak selalu habis setiap kali Juve bertanding di seri-A atau Eropa, kebanyakkan fans Juve di Turin mendukung tim kesayangan mereka lewat bar-bar atau restoran. Di luar Italia, kekuatan supporter Juventus sangatlah kuat. Juve juga sangat popular di Italia Utara dan Pulau Sisilia, dan menjadi kekuatan besar saat Juve bertanding tandang, lebih dibandingkan para pendukung di Turin sendiri.

Untuk kawasan Indonesia sendiri sejak awal musim 2006-07 sudah berdiri sebuah komunitas khusus bagi para penggemar Juventus, dengan nama Juventus Club Indonesia (JCI). Komunitas ini kemudian diakui sebagai satu-satunya fans club resmi Juventus untuk Indonesia pada awal musim 2008-09 setelah hampir tiga tahun berjuang untuk mendapatkan lisensi dari pihak Juventus Italia.


Rivalitas

Juventus mempunyai beberapa utama di Italia. Pertama adalah klub sekota, FC Torino, dimana setiap pertandingan derby versus Juve selalu dijuluki Derby della Mole (Derby dari Torino) yang berawal sejak tahun 1906 dimana lucunya Torino sendiri didirikan oleh mantan-mantan pemain Juventus. Rival Juve yang lain di Italia adalah Internazionale; pertandingan Juve vs. Inter dijuluki sebagai Derby d'Italia (Derby dari Italia). Sampai akhir musim 2006 ketika Juve terlempar ke seri-B, Inter dan Juve merupakan dua tim yang tidak pernah terdegradasi ke seri-B. Dua klub ini juga menjadi klub dengan fans terbesar di Italia, sejak pertengahan 1990-an. Juve juga memiliki rival dengan AC Milan, AS Roma dan AC Fiorentina.

Sementara untuk kawasan Eropa sendiri, rival utama Juventus adalah Manchester United FC dari Inggris dan FC Bayern Munich dari Jerman, dimana keduanya sangat sering sekali bertemu di ajang Liga Champions Eropa. Satu lagi rival utama Juventus di Eropa adalah Liverpool FC. Khusus Liverpool, tifosi Juve tidak akan pernah melupakan tragedi kerusuhan Heysel 1985 (final Liga Champions 1985), dimana sekitar 30 orang lebih pendukung Juventus tewas di stadion yang berada di Belgia tersebut.

Presiden klub

Juventus mempunyai sejarah panjang dalam kepemimpinan klub ditangan seorang presiden, beberapa di antara mereka ada yang menjadi presiden sekaligus pemilik (dari keluarga Agnelli), sebagian lagi ada yang merupakan presiden kehormatan, berikut adalah daftar lengkapnya:

NamaTahun
Eugenio Canfari1897–1898
Enrico Canfari1898–1901
Carlo Favale1901–1902
Giacomo Parvopassu1903–1904
Alfred Dick1905–1906
Carlo Vittorio Varetti1907–1910
Attilio Ubertalli1911–1912
Giuseppe Hess1913–1915
Gioacchino Armano
Fernando Nizza
Sandro Zambelli
1915–1918(cpg.)
Corrado Corradini1919–1920
Gino Olivetti1920–1923
Edoardo Agnelli1923–1935
Giovanni Mazzonis1935–1936
NamaTahun
Emilio de la Forest de Divonne1936–1941
Pietro Dusio1941–1947
Giovanni Agnelli (Presiden kehormatan)1947–1954
Enrico Craveri
Nino Cravetto
Marcello Giustiniani
1954–1955(int.)
Umberto Agnelli1955–1962
Vittore Catella1962–1971
Giampiero Boniperti (Presiden kehormatan)1971–1990
Vittorio Caissotti di Chiusano1990–2003
Franzo Grande Stevens (Presiden kehormatan)2003–2006
Giovanni Cobolli Gigli2006 – 2009
Jean-Claude Blanc2009 - 2010
Andrea Agnelli2010 - ...

Keterangan:
(cpg.) Presidensial Komite ketika Perang Dunia I.
(int.) Presiden ad-interim.


Prestasi dan penghargaan

Secara umum, Juventus adalah klub tersukses di Italia dengan raihan gelar 40 gelar nasional di Italia, dan salah satu klub tersukses di dunia, dengan raihan 11 gelar internasional, dengan raihan rekor 9 gelar UEFA dan dua FIFA. menjadikan mereka sebagai klub ketiga yang sukses di Eropa dan juga dunia, dimana semuanya telah diakui secara pasti oleh UEFA dan FIFA, beserta enam konfederasi sepak bola dunia.

Juventus telah memenangi 27 gelar seri-A, dan menjadi rekor terbanyak sampai saat ini, dan juga menjadi catatan tersendiri saat Juve mendominasi lima musim berturut-turut seri-A dari musim 1930-31 sampai 1934-35. Mereka juga telah memenangi Piala Italia Sembilan kali, dan menjadi rekor sampai saat ini.

Juventus menjadi satu-satunya klub sepak bola Italia yang telah mendapatkan dua bintang sebagai tanda mereka telah menjuarai seri-A lebih dari 20 kali. Bintang pertama mereka dapatkan pada musim 1957-58 ketika Juve berhasil menjuarai seri-A untuk kesepuluh kalinya, dan yang kedua pada 1981-82 ketika Juve menjuarai seri-A untuk keduapuluh kalinya. Juventus juga merupakan klub Italia pertama yang memenangi gelar dobel (seri-A dan Coppa Italia) sebanyak dua kali, yaitu pada 1959-60 dan 1994-95.

Juventus tercatatkan juga sebagai klub pertama dan satu-satunya di dunia yang berhasil memenangi seluruh gelar kejuaraan resmi, yang diakui oleh FIFA, Juve memenangi Piala UEFA tiga kali, berbagi rekor bersama Liverpool dan Inter Milan.

Klub Turin ini menempati posisi 7 —tetapi teratas untuk klub Italia—dalam daftar Klub Terbaik FIFA Abad 20 yang diumumkan pada 23 Desember 2000.

Juventus juga mendapatkan status sebagai World's Club Team of the Year sebanyak dua kali tepatnya pada 1993 dan 1996, dan menempati rangking 3 dalam Rangking Klub Sepanjang masa (1991-2008) oleh International Federation of Football History & Statistics.

Gelar juara nasional Italia

  • Scudetto.svg Lega Calcio seri-A: 27 kali
    • Juara: 1905; 1925-26; 193031; 193132; 193233; 1933–34; 1934–35; 1949–50; 1951–52; 1957–58; 1959–60; 1960–61; 1966–67; 1971–72; 1972–73; 1974–75; 1976–77; 1977–78; 1980–81; 1981–82; 1983–84; 1985–86; 1994–95; 1996–97; 1997–98; 2001–02; 2002–03.
    • Posisi kedua: (20 kali) 1903; 1904; 1906; 1937–38; 1945–46; 1946–47; 1952–53; 1953–54; 1962–63; 1973–74; 1975–76; 1979–80; 1982–83; 1986–87; 1991–92; 1993–94; 1995–96; 1999–00; 2000–01; 2008-09
  • Coccarda Coppa Italia.svg Piala Italia: 9 kali
    • Juara: 1937–38; 1941–42; 1958–59; 1959–60; 1964–65; 1978–79; 1982–83; 1989–90; 1994–95.
    • Juara kedua: (4 kali) 1972–73; 1991–92; 2001–02; 2003–04.
  • Piala Kremlin : 2 kali


Gelar Eropa dan dunia

  • UEFA - Champions League (adjusted).png Piala/Liga Champions: 2 kali
    • Juara: 1984-85, 1995-96.
    • Juara kedua: (5 kali) 1972–73; 1982–83; 1996–97; 1997–98; 2002–03

Pemasok kostum dan sponsor

PeriodeProdusen kostumSponsor
1979–1989KappaAriston
1989–1992UPIM
1992–1995Danone
1995–1998Sony / Sony Minidisc
1998–1999D+Libertà digitale / Tele+
1999–2000CanalSatellite / D+Libertà digitale / Sony
2000–2001Ciao Web / LottoSportal.com / Tele+
2001–2002LottoFASTWEB / Tu Mobile
2002–2003FASTWEB / Tamoil
2003–2004Nike
2004–2005SKY Italia / Tamoil
2005–2007Tamoil
2007–2010New Holland FIAT Group
2010–2012BetClic

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


 

© Copyright by We Are Juventini | Template by BloggerTemplates | Blog Templates at Fifa World