Photobucket

Entri Populer

Minggu, 30 Oktober 2011

Marchisio samai rekor mencetak gol

Vucinic: "Napoli di depan kita"

Hajar Inter, Juventus Kembali ke Puncak

Inter vs Juventus/ dok.Daylife

Hanya bertahan beberapa jam setelah diambil alih oleh AC Milan, Juventus kembali memuncaki klasemen Serie-A setelah membungkam rival mereka, Inter Milan dengan skor 2-1 pada laga bertajuk Derby D'Italia di Stadion Giuseppe Meazza, (29/10).

Bagi I Nerazzurri, ini menjadi kekalahan ke-75 yang dideritanya dari Juventus dari total 165 perjumpaan. Selain itu, Inter pun menderita kekalahan kelima dari sembilan laga Serie-A musim ini.

Padahal, Inter sejatinya tampil tak terlalu mengecewakan pada babak pertama. Mereka mencoba mengambil inisiatif penyerangan begitu pertandingan dimulai. Sebuah peluang didapat Giampaolo Pazzini diawal laga yang masih tepat kepelukkan Gianluigi Buffon.

Memasuki menit ke-12, Juve mengejutkan publik Giuseppe Meazza dengan unggul lebih dulu ketika bola muntah tendangan Alessandro Matri yang ditepis Luca Castellazzi mampu disambar Mirko Vucinic untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Selasa, 25 Oktober 2011

Lirik Lagu Storia di Un Grande Amore

Sebagai penggemar Juventus alias Juventini, rasanya kurang komplit kalau tidak mengetahui anthem atau lagu resmi tim kuda zebra ini. Karena juventus merupakan klub asal Italia, tentu saja lagu "kebangsaan"nya pun berbahasa Italia. Lagu ini dapat ditemukan di banyak situs music online.

Adapun lagu kebangsaan Juventus itu aslinya berjudul Storia di un Grande Amore atau kalau diterjemahkan dalam bahasa Inggris Story of A Big Love (Kisah tentang Sebuah Cinta yang Agung). Let's play and listen music here.

Lirik lagu kebangsaan Juventus “Storia di un Grande Amore”, by Paolo Belli.



Simili a degli eroi
Abbiamo il cuore a strisce
portaci dove vuoi
verso le tue conquiste
dove tu arriverai
sarà la storia di tutti noi
solo chi corre può
fare di te la squadra che sei

Juve, storia di un grande amore
bianco che abbraccia il nero
coro che si alza davvero per te

Portaci dove vuoi
siamo una curva in festa
come un abbraccio noi
e ancora non ci basta
ogni pagina nuova sai
sarà ancora la storia di tutti noi
solo chi corre può
fare di te quello che sei


Juve, storia di un grande amore
bianco che abbraccia il nero
coro che si alza davvero solo per te
è la Juve storia di quel che sarò
quando fischia l’inizio
l’inizio è quel sogno che sei

Juve, storia di un grande amore
bianco che abbraccia il nero
coro che si alza davvero
Juve per sempre sarà

Juve, storia di un grande amore
bianco che abbraccia il nero
coro che si alza davvero
Juve per sempre sarà
Juve… Juve per sempre sarà
Juve… Juve per sempre sarà.

Minggu, 23 Oktober 2011

Juventus pays tribute to Simoncelli

Juventus pays tribute to Simoncelli
http://www.juventus.com/resources/images/news/inlined/56283fc2-f882-4607-8790-fc3850493cef.jpg
The world of sport is in mourning. Motor Racing driver Marco Simoncelli has lost his life following a tragic accident in the Malaysian GP.

Juventus joins together to pay tribute to a great champion and the club’s thoughts are with Marco’s family.

Minggu, 02 Oktober 2011

Marchisio Bawa Juventus Bungkam Milan 2-0

http://l1.yimg.com/cv/ae/ap/default/111002/marchisio_morin_392.jpg
Juventus berhasil mempecundangi jawara Serie A musim lalu, AC Milan, dengan skor 2-0, Minggu (2/10/2011). Dua gol kemenangan Si Nyonya Tua diciptakan Claudio Marchisio pada menit-menit akhir. Hasil ini membawa Juve menduduki puncak klasemen sementara Serie A, menggeser Udinese.

Sejak menit-menit awal, Juventus memang tampil apik. Formasi menyerang ala Antonio Conte selalu merepotkan barisan pertahanan Milan.

Playmaker Andrea Pirlo mampu melaksanakan tugasnya dengan cemerlang. Aliran bola dari lini belakang ke depan terencana dengan mulus. Sayang, serangan Juventus mampu dipatahkan oleh lini belakang AC Milan pada babak pertama.

Sementara tim tamu hanya bisa sesekali melakukan serangan balik melalui Zlatan Ibrahimovic dan Antonio Cassano. Namun, kokohnya lini pertahanan Juventus serta penampilan gemilang Gianluigi Buffon di bawah mistar gawang, membuat semua serangan I Rossoneri bisa dipatahkan.

Memasuki babak kedua, Juventus tak mengendurkan serangan. Gempuran bertubi-tubi menciptakan berbagai peluang untuk Juventus. Tapi, gol bagi tuan rumah baru tercipta pada menit 87.

Claudio Marchisio menjadi pahlawan kemenangan Juventus dalam laga bigmatch ini. Serangan apik pemain Juventus melalui sentuhan satu dua akhirnya berbuah maksimal. Bek Milan, Bonera, mencoba menyapu bola. Tapi, bola justru mengenai kaki Marchisio dan meluncur ke gawang Christian Abbiati.

Defisit satu gol membuat Kevin-Prince Boateng emosional. Gelandang menyerang itu pun membuat pelanggaran tak perlu sehingga diganjar kartu kuning kedua oleh wasit pada menit 89.

Keunggulan jumlah pemain dapat dimaksimalkan skuad Juventus. Satu menit kemudian, tendangan keras Marchisio kembali memaksa Abbiati memungut bola dari dalam gawangnya.(*FORZA JUVE*)

Selasa, 27 September 2011

ke Juve, Bisa Bantu Karier Torres

LONDON- Rumor bahwa akan dipinjamkannya Fernando Torres oleh pelatih Andre Villas-Boas ke klub lain, menghadirkan beberapa spekulasi. Tapi kemanakah dia akan dipinjamkan, apakah akan kembali ke ranah Spanyol, atau akan mencoba petualangan baru ke Italia?
Fernando Torres (foto:Reuters Pictures)
Terdengar kabar dari beberapa media di Italia, Juventus menjadi klub yang cocok untuk pelabuhan Torres berikutnya. Pasalnya, untuk mematangkan kembali ke puncak permainan terbaiknya dan diterima lagi oleh Villas-Boas, Torres butuh tantangan baru.

Seperti dilansir Bleacher Report, Rabu (28/9/2011), beberapa alasan mengapa dia harus ke Juve adalah jika Torres sudah merasakan La Liga selama enam tahun bersama Atletico Madrid. Jadi kemungkinan dia tidak menemukan tantangan yang berarti di La Liga.

Sedangkan jika dia bermain di Serie A bersama Juventus, maka tantangan baru akan mendatanginya. Dengan usia yang masih 27 tahun, striker Spanyol itu menjadi pemain paling muda di lini depan Juventus. Sebab Alessandro Del Piero, Vicenzo Iaquinta, dan Luca Toni sudah berusia di atas 30 tahun.

Dia juga akan menjadi pendamping yang tepat bagi Fabio Quagliarella dan Mirko Vucinic yang baru saja didatangkan dari Roma musim panas lalu.

Satu masalah yang mungkin Torres akan jumpai jika pindah ke Juve adalah The Old Lady tidak akan mengikuti kompetisi Eropa musim ini, setelah hanya finis di posisi ketujuh pada musim lalu. Tapi kurangnya jadwal kompetisi Eropa benar-benar bisa menjadi hal yang bagus bagi Torres.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


 

© Copyright by We Are Juventini | Template by BloggerTemplates | Blog Templates at Fifa World